
Gondanglegi—Pers Mahasiswa Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) dan Universitas Al-Qolam sukses menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) intensif selama tiga hari bertajuk “Penguatan Kapasitas, Integritas, dan Kesadaran Ideologis Jurnalis Mahasiswa dalam Era Arus Informasi Digital,” yang berlangsung pada 5–7 Desember 2025 di Aula Pondok Pesantren Darunnajah, Gondanglegi.

Acara pembukaan PJTD dimulai tepat pukul 15.30 WIB dan secara resmi disahkan oleh Muhammad Fachruddin Ahzab, Ketua Pelaksana dari Universitas Al-Qolam. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua pelaksana, diteruskan oleh kedua pimpinan umum pers mahasiswa, yaitu Zahwa Ilma Syifa (Lembaga Pers Mahasiswa Platinum) dan Imam Arifin (UKM Pers Mahasiswa Universitas Islam Raden Rahmat). Sambutan juga disampaikan oleh Pembina UKM Pers Mahasiswa dari kedua universitas, Dr. Dwi Ambarwati, S.H., M.H., dan Muhammad Hilal, S.Fil., M.Phil.
Secara keseluruhan, kegiatan tersebut berjalan kondusif hingga penutupan. Meskipun demikian, pelaksanaan PJTD menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait kendala ketepatan waktu dan kebersihan lokasi acara. Menanggapi hal tersebut, salah satu peserta, Diba Putri Pertiwi, mahasiswi Universitas Islam Raden Rahmat, menyampaikan kritik sekaligus apresiasinya.
“Kesannya seru, saya mendapatkan teman baru, relasi, dan tercipta kekeluargaan antarkampus kabupaten. Namun, kritik saya, tempatnya kotor. Selain itu, peserta sudah datang tetapi tempat beristirahat masih kotor,” ujar Diba.
Terkait kritik kebersihan, Ketua Umum Pers Mahasiswa Universitas Islam Raden Rahmat, Imam Arifin, menjelaskan bahwa lokasi di Pondok Pesantren Darunnajah sudah lama tidak terpakai dan tidak terawat. “Panitia sebenarnya sudah melakukan upaya pembersihan secara maksimal, tetapi karena tingkat kekotorannya cukup berat akibat lama tidak terpakai, hasil pembersihan mungkin belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi peserta,” kata Imam.
Imam menambahkan bahwa kritik kebersihan bukan semata-mata kelalaian perencanaan, melainkan keterbatasan kondisi awal tempat. Ia juga menjelaskan bahwa ketidaksesuaian waktu acara disebabkan beberapa pemateri terlambat karena halangan tak terduga, meski demikian panitia memastikan seluruh materi tetap tersampaikan. Kolaborasi antara Pers Mahasiswa Unira dan Al-Qolam ini, meskipun menghadapi tantangan logistik, berhasil menciptakan jaringan dan semangat kekeluargaan antarkampus. Evaluasi internal panitia menyoroti pentingnya peningkatan aspek kesejahteraan peserta di masa mendatang, terutama terkait kenyamanan fasilitas dan pelayanan, sebagai indikator sukses yang harus dicapai dalam kegiatan serupa.
Penulis: Diba Putri Pertiwi
Editor: Imam Arifin
