Penyerahan Mahasiswa KKN-T UNIRA Kelompok 04 kepada Kepala Desa Ngawonggo

Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang secara resmi menyerahkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 04 kepada Pemerintah Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan ekosistem desa wisata yang berdampak dan berkelanjutan.

Penyerahan mahasiswa KKN-T ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan pelepasan 15 kelompok KKN-T UNIRA Malang yang dilaksanakan pada Senin, 12 Januari 2026. Program KKN-T UNIRA Malang difokuskan pada pengembangan potensi desa, khususnya wisata situs Patirtaan Ngawonggo, dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan penyerahan dan penerimaan mahasiswa KKN-T dilaksanakan pada Senin, 12 Januari 2026, bertempat di Kantor Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan. Acara ini dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Kepala Desa Ngawonggo, serta seluruh mahasiswa peserta KKN-T Kelompok 04. Kegiatan ini menandai secara resmi dimulainya masa pengabdian mahasiswa di Desa Ngawonggo.

Mahasiswa KKN-T UNIRA Malang secara resmi diserahkan oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Bu Firda, kepada Kepala Desa Ngawonggo, Pak Arif. Penyerahan ini menegaskan bahwa selama pelaksanaan KKN, mahasiswa berada di bawah koordinasi dan pembinaan Pemerintah Desa Ngawonggo. Prosesi penyerahan dilaksanakan secara sederhana namun khidmat.

Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat kerja sama antara Universitas Islam Raden Rahmat Malang dengan Pemerintah Desa Ngawonggo. Program KKN-T diarahkan untuk mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal, khususnya dalam pengembangan desa wisata yang berdampak dan berkelanjutan, serta disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi Desa Ngawonggo.

Dalam sambutannya, Pak Arif selaku Kepala Desa Ngawonggo menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN-T UNIRA Malang. Beliau berharap mahasiswa dapat berperan aktif dalam pengembangan desa wisata serta mampu menjaga sikap, etika, dan nama baik almamater selama menjalankan kegiatan KKN. Pemerintah desa menyatakan kesiapan untuk mendukung seluruh program kerja mahasiswa KKN.

Sementara itu, Bu Firda selaku Dosen Pembimbing Lapangan menyampaikan arahan mengenai peran, tanggung jawab, dan etika mahasiswa selama pelaksanaan KKN. Mahasiswa diminta untuk menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat dan perangkat desa, serta melaksanakan setiap program kerja secara kolaboratif, realistis, dan berkelanjutan. DPL juga menegaskan bahwa pendampingan akan terus dilakukan selama masa KKN berlangsung. Kegiatan penyerahan dan penerimaan mahasiswa KKN-T ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa, DPL, dan Kepala Desa. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar. Setelah acara selesai, mahasiswa KKN-T mulai menyusun langkah awal pelaksanaan program kerja di Desa Ngawonggo.

Penulis: KKN-T kelompok 04